Yogyakarta, 24 April 2026 – Selasar Plaza Malioboro berubah menjadi panggung budaya yang hidup. Dalam perayaan Hari Kartini, Plaza Malioboro bersama Malyabhara Hotel dan Sekelana menggelar Malioboro Menari, memberi ruang bagi perempuan maupun laki-laki untuk mengekspresikan diri melalui tarian secara leluasa dengan balutan kebaya atau kain. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Tidak sekadar pertunjukan, acara ini dirancang sebagai ruang ekspresi yang terbuka dan bebas. Melalui Malioboro Menari, semangat Kartini diwujudkan dalam aksi nyata dengan mengajak perempuan untuk tampil percaya diri, bergerak, dan berkumpul bersama dari segala usia di ruang terbuka. Gerakan yang dipilih sengaja dijaga tetap sederhana dan familiar, mulai dari dangdut hingga pop, agar masyarakat lebih mudah memahami dan bisa langsung terlibat. Hasilnya? Warga lokal berbaur dengan wisatawan, bahkan beberapa di antaranya spontan bergabung merekam, lalu akhirnya ikut menari.
Harapannya minat generasi muda terhadap budaya tari dapat meningkat kembali. Tidak hanya sebagai hiburan, Malioboro Menari juga memfokuskan pelestarian budaya dengan ajakan berkebaya. Penggunaan kebaya yang biasanya dikenakan saat acara formal, kini hadir di ruang publik. Masyarakat juga diberikan kebebasauntuk mengekspresikan gaya berkebaya mereka. Sehingga, budaya berkebaya diharapkan bisa dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari juga.
Acara Malioboro Menari juga dimeriahkan dengan hadiah-hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang berpartisipasi. Hadiah yang diberikan berupa voucher DECATHLON, FUNWORLD, dan bundling prize lainnya yang diberikan saat sesi quiz, serta top 5 best dresscode (laki-laki dan perempuan). Antusiasme peserta menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak harus terasa berat; ia bisa hadir dalam bentuk kesenangan bersama.

Kolaborasi tiga pihak antara Plaza Malioboro, Malyabhara Hotel, dan Sekelana memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap budaya bisa diwujudkan secara konkret. Bukan hanya menampilkan, melainkan mengajak masyarakat untuk terlibat langsung. Malioboro pun tak lagi sekadar kawasan belanja oleh-oleh, melainkan ruang budaya yang aktif dan berdenyut.
Malioboro Menari menjadi acara perdana dan diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang digelar beberapa kali dalam setahun di Plaza Malioboro. Harapannya agar lebih banyak masyarakat yang peduli dan menjadikan budaya sebagai bagian dari gaya hidup.
Dapatkan berbagai informasi terkait tenant, promosi, hingga event yang ada di Plaza Malioboro melalui media sosialInstagram,Facebook, danTikTok.