5 Spot Foto Paling Ikonik dan Wajib untuk Wisatawan di Malioboro Jogja 

Yogyakarta, 17 Maret 2026 – Malioboro selalu menjadi tujuan favorit dan populer bagi para Wisatawan dari seluruh penjuru dunia saat ke Jogja. Tidak hanya penuh dengan tempat belanja dan kuliner lokal, rasanya belum afdal kalau belum foto ke spot-spot ikonik di Malioboro. 

Berikut 5 spot foto yang menjadi ikonik di Malioboro Jogja yang tidak boleh Anda lewatkan:

1. Plang Jalan Malioboro

Gambar 1. Plang Jalan Malioboro (Sumber: mollyta.com)

Spot foto ini adalah yang paling ikonik, bahkan para wisatawan rela mengantri panjang agar bisa mengabadikan momennya. Plang jalan malioboro dengan desain unik berwarna hijau dan putih yang mencolok kini dapat ditemukan di beberapa titik, yakni di depan Bank BPD DIY, depan Plaza Malioboro, Teras Malioboro 2, dan depan toko Obat Sumber Husodo.

Fun factnya, nama asli Jalan Malioboro adalah Malyabhara, tetapi karena pengaruh pengucapan orang Jawa pada huruf a yang dibaca o, maka terdengar seperti Malioboro. Kata Malyabhara dalam bahasa sansekerta yang berarti mengenakan bunga atau jalan yang istimewa. Kawasan Malioboro juga memiliki nilai sejarah sebagai tempat pertempuran antara pejuang Tanah Air dan kolonial Belanda selama 6 jam bertempur, yang kini dikenal dengan peristiwa serangan umum 1 Maret 1949. Sehingga meskipun kawasan Malioboro terus berkembang, konsep aslinya tetap dipertahankan sebagai pusat kehidupan masyarakat Yogya.

2. Tugu Jogja

Gambar 2. Tugu Jogja (Sumber: antaranewsjogja.com)

Tugu ikonik yang tekenal di Yogyakarta ini terletak di ujung utara jalan Malioboro. Tugu Jogja memiliki bentuk unik berupa segi delapan dengan puncak runcing dan memiliki tampilan visual yang artistik, terutama saat malam hari. Hal ini menjadikannya pas sebagai spot foto paling populer saat berkunjung ke Jogja.

Awalnya, Tugu ini bernama Golong Gilig sebelum sekarang dikenal sebagai Tugu Pal Putih karena berwarna putih. Tugu tersebut dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, Pendiri Kesultanan Yogyakarta, pada tahun 1755 sebagai lambang persatuan antara Raja dan rakyat untuk menghadapi penjajahan. Namun setelah terjadi gempa dahsyat pada 1889, pemerintah Belanda merenovasi Tugu dengan mengubah bentuk bulatnya menjadi kerucut yang tajam dan menurunkan ketinggian menjadi 15m dari 25m (ukuran asli), dengan maksud untuk memecah belah persatuan Raja dan rakyat, tetapi upaya tersebut gagal karena perlawanan gigih raja dan rakyat Yogyakarta. Peristiwa ini dikenal sebagai De White Paal.

3. Titik Nol Kilometer

Gambar 3. Titik Nol Kilometer (Sumber: atourin.com)

Spot foto ikonik yang terletak di ujung Malioboro dan di antara bangunan bersejarah, seperti Kantor pos tertua di Indonesia, Monumen serangan Umum 1 Maret, Gedung Agung, dan Bank BNI 46. Selain untuk berfoto, tempat ini juga sering menjadi tempat diadakannya pentas seni. Sehingga, Anda juga bisa bersantai sambil menikmati suasana di Malioboro.

Namun kenapa dinamakan titik nol kilometer? Lokasi ini bukan persimpangan biasa, tetapi menjadi titik tengah atau sentral Kota Yogyakarta dan juga berada di pusat sumbu imajiner yang menghubungkan gunung Merapi, Keraton, dan laut selatan. Sehingga tempat tersebut menjadi patokan awal untuk mengukur jarak ke daerah lain.

4. Kursi dan Trotoar Malioboro

Plaza Malioboro

Gambar 4. Kursi dan Trotoar di Kawasan Malioboro

Setelah revitalisasi, area pedestrian Malioboro kini menjadi lebih rapi dan nyaman. Kursi yang tersedia sepanjang kawasan Malioboro juga tidak jarang dijadikan spot foto santai para Wisatawan, salah satunya di depan Plaza Malioboro. Begitu juga dengan area trotoar, latar belakang keramaian justru membuat foto terasa hidup dan natural.

Salah satu revitalisasi yang dilakukan adalah pada tahun 2020, yakni seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) dipindahkan ke kawasan Teras Malioboro agar jalan menjadi lebih nyaman dan tidak berdesakan bagi para pejalan kaki. Namun hal ini tetap dengan tidak mengubah konsep asli Malioboro, seperti warung lesehan yang masih dipertahankan sebagai ciri khas Malioboro.

5. Teras Malioboro

Gambar 5. Teras Malioboro (Sumber: terasmalioboro.jogjaprov.go.id)

Teras Malioboro menjadi wajah baru hasil revitalisasi para PKL yang semula bertempat di sepanjang jalan Malioboro. Dikenal sebagai tempat untuk wisara kuliner, belanja oleh-oleh, hingga fashion ala orang Jogja, tetapi tidak jarang juga Teras Malioboro dikunjungi sebagai spot foto para wisatawan. Salah satunya di kutipan puitis, “Jogja terbuat dari rindu, pulang dan angkringan”.

Teras Malioboro juga terbagi atas Teras Malioboro 1 dan 2. Teras Malioboro 1 terletak di eks-Gedung Bioskop Indra, berada di sisi selatan sebelah barat Jalan Malioboro atau di seberang Pasar Beringharjo. Sementara Teras Malioboro 2 terletak di eks-Dinas Pariwisata, berada tepat di sisi utara Gedung DPRD DIY. Kedua Teras Malioboro dibangun untuk relokasi PKL agar terbagi rata.


Malioboro punya banyak spot foto, tetapi 5 ini menjadi paling ikonik dan populer bagi Wisatawan karena memiliki ciri khas Jogja yang kuat. Jika ingin menjelajahi spot-spot tersebut, Anda bisa memulai perjalanan dari kawasan tengah Malioboro. Plaza Malioboro dapat menjadi titik singgah untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menikmati suasana di Malioboro.

Share The Post:

Other News

Discover The Other News at Plaza Malioboro

Beragam kuliner yang dapat kamu cicipi di Yogyakarta. Kamu sudah coba yang mana?
Bingung cari hampers lebaran? Berikut rekomendasi hampers lebaran yang bisa kamu berikan untuk orang tersayang!
Plaza Malioboro menghadirkan program “Jelajah Rasa”, mengajak pengunjung menikmati beragam pilihan kuliner sekaligus mendapatkan hadiah